BAGAIMANA CARA ATUR UANG PERBEDAAN TABUNGAN DENGAN INVESTASI




Beda Tabungan dengan Investasi

Sumber : http://www.investasi-saham.com
Dalam masyarakat kita, mungkin istilah tabungan masih diartikan sama dengan investasi. Padahal keduanya jelas sangat berbeda. Kali ini saya mau bahas beda investasi dengan tabungan. pertama-tama sebaiknya kita harus paham dengan definisi investasi dan tabungan. Investasi adalah segala macam usaha yang dilakukan seseorang untuk menambah nilai dari aset-aset yang telah dimiliki. Sedangkan Tabungan ialah sebagian hasil pendapatan yang disimpan atau disisihkan untuk kepentingan masa mendatang atau bukan kepentingan sekarang. ini dia perbedaannya
Tabungan :
• Lebih banyak diperuntukkan untuk jangka pendek atau berjaga-jaga
• pertumbuhan nilai aset sangat lambat
• minim resiko/hampir tidak beresiko apapun
Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Tujuan Menabung di bank adalah :
1. Penyisihan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari depan
2. Sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok
Sarana Penarikan Tabungan :
1. Buku Tabungan
2. Slip penarikan
3. ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
4. Sarana lainnya (Formulir Transfer, Internet Banking, Mobile Banking, dll)
Perhitungan Bunga Tabungan :
a. Metode Saldo Terendah Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = …. % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei
b. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
c. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.
Faktor-faktor tingkat Tabungan
1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat
2. Tinggi rendahnya suku bunga bank
3. adanya tingkat kepercayaan terhadap bank
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Sebelum Anda menabung, tanyakan metode perhitungan bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut.
2. Suku bunga tabungan dapat berubah sewaktuwaktu,karena itu suku bunga ini disebut suku bunga mengambang atau floating rate.
3. Beberapa bank menetapkan suku bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu (fixed rate).
4. Atas bunga tabungan yang diperoleh akan dikenakan pajak sesuai ketentuan berlaku.
Tabungan, Masihkah Diminati ?
MENABUNG. Satu kata kerja yang mudah dikatakan, namun praktiknya acap masih saja sulit dilakukan, apalagi secara rutin.
Selain motivasi setiap orang untuk menabung sangat beragam, juga karena kemampuan bagi sebagian besar masyarakat yang masih terbatas. Mengingat beberapa bagian dari penghasilan atau pendapatan yang diperoleh saat ini harus disimpan, untuk digunakan kemudian pada lain waktu, sesuai kebutuhan atau untuk keperluan tidak terduga.
Dari sekian banyak cara menabung, menabung pada lembaga keuangan seperti perbankan telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat selama ini. Berbeda misalnya dengan cara menabung pada zaman baheula, yang merasa cukup aman menyimpan uangnya di rumah, baik itu disimpan pada celengan gerabah, maupun di bawah bantal atau kasur.
Pergeseran pola masyarakat untuk menabung tersebut, diakui pula telah mengembangkan bisnis perbankan. Di antara tiga layanan produk perbankan itu, tabungan tergolong bentuk produk yang paling populer dan dikenal luas masyarakat, dibandingkan deposito dan giro. Selain persyaratan yang relatif mudah seperti cukup dengan mengisi aplikasi dan melampirkan identitas diri seperti KTP, SIM, paspor, atau kartu identitas lainnya, juga dana awal tabungan yang disetorkan ke bank relatif kecil. Belum lagi, beberapa fasilitas yang ditawarkan bank cukup menarik, baik kemudahan transaksi, proteksi asuransi maupun program berhadiah.
Meski begitu, tingkat bunga produk tabungan ini umumnya relatif kecil ketimbang bunga deposito dan giro. Bahkan sejumlah pengamat maupun konsultan keuangan mengakui, “salah satu kelemahan produk tabungan karena tingkat bunga yang rendah”. Apalagi bagi nasabah yang memiliki nilai saldo terbatas, karena bunga tabungan yang seharusnya diperoleh lebih rendah dibandingkan biaya administrasi atau potongan pajak. Sehingga, nasabah tidak mendapatkan bunga, malah saldonya terus berkurang akibat beberapa potongan tersebut.
**
SEBUTLAH Ny. Ena, ibu rumah tangga, yang bingung karena saldo tabungannya di bank secara perlahan terus berkurang. Meski, tergolong pasif menabung (kadang menabung, kadang tidak), Ny. Ena yang baru saja beberapa bulan menjadi nasabah pada salah satu bank swasta nasional ini, awalnya tidak terlalu peduli dengan posisi saldo tiap bulannya.
Namun, karena ada potongan biaya administrasi termasuk biaya ATM (anjungan tunai mandiri) setiap bulan dengan saldo rata-rata yang terbatas sekira Rp 1 juta, saldo tabungannya terus berkurang. Bunga tabungan yang seharusnya ia peroleh, terpotong beberapa biaya administrasi. “Padahal, saya tergolong jarang simpan atau ngambil uang tabungan,” katanya.
Uniknya, setelah mengetahui penyebab saldo tabungannya itu berkurang, Ny. Ena tidak melakukan apa-apa. Sedikit berbeda dengan Lucky, pegawai instansi pemerintah. Dia sama sekali tidak peduli dengan raihan bunga tabungan yang kecil dan setiap bulan terkena potongan biaya administrasi serta pajak tabungan. Karena, motivasinya menabung bukan mengejar bunga, tapi lebih untuk kemudahan melakukan transaksi sehari-hari lewat ATM. “Kalau nabung untuk investasi dan bisa meraih return, saya simpan di deposito yang bunganya lebih tinggi,” katanya.
Lain lagi halnya Beng-beng, mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi swasta Bandung, yang nyaris tidak merasakan manfaat menjadi nasabah tabungan. Pasalnya, uang bulanan yang dikirim orangtuanya dari luar kota dan ia simpan pada tabungannya menjadi berkurang karena terpotong beban biaya administrasi. “Sebagai anak kos yang belum punya penghasilan, cukup berat juga nyimpen uang untuk kebutuhan sehari-hari di bank. Tapi, mau kemana lagi saya simpan uangnya, kalau tidak di bank,” tuturnya.
Apa yang dialami oleh beberapa nasabah tersebut, mungkin contoh kecil dari sekian banyak nasabah tabungan selama ini. Mereka tampaknya tidak memiliki alternatif lain untuk menyimpan dananya di bank, apalagi dengan nominal saldo yang terbatas. Terbukti, mereka akhirnya hanya mengandalkan “insentif” atau kompensasi pelayanan lain yang ditawarkan bank, selain faktor keamanan juga kemudahan melakukan sejumlah transaksi keuangan.
Investasi :
• banyak diperuntukkan untuk kepentingan jangka panjang. Investasi tidak digunakan untuk kepentingan mendadak atau untuk jaga-jaga
• pertumbuhan atau penambahan nilai aset lebih cepat
• Lebih beresiko tetapi dapat memberikan banyak uang
Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.
Seseorang tentunya harus memikirkan masa depan dimana pada saat kebutuhan hidup terus meningkat, kebutuhan yang dimaksud dapat berupa pendidikan, sarana transportasi, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan untuk rekreasi, ibadah, hingga kebutuhan untuk masa tidak produktif. Dengan berlatar belakang hal tersebut maka seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya di masa produktif dan meng-investasikannya untuk masa dimana sudah kurang produktif.
Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, diantaranya yaitu membuka deposito, menabung, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas, saham, dan lain-lain. Secara umum bentuk aset yang di Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu:

1. Riil Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.
Dalam Suatu garis besar Investasi dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu investasi riil dan investasi non riil. Investasi riil adalah suatu usaha investasi dengan objek investasi berupa objek riil atau nyata. Objek riil yang dimaksud dapat berupa properti, tanah, perhiasan dll. Intinya objek investasi riil adalah segala sesuatu yang dapat memiliki pertambahan nilai serta dapat diakses langsung oleh pemilik kapan saja. Investasi Riil memiliki beberapa perbedaan dengan investasi non riil :
1. Aset
aset pada Objek investasi riil dapat dirasakan atau dilihat keberadaannya karena berwujud barang atau benda. Aset dapat dirasakan tampilannya oleh panca indera kita baik itu tampilannya, ukuran, fisik dll. Sedangkan pada investasi non riil kita hanya dapat melihat aset kita berupa surat-surat beharga, laporan bulanan, portofolio, dll
2. Perantara atau Broker
Di dalam investasi riil tidak dikenal perantara/broker. Di sini pemilik aset berperan sebagai perantara untuk dirinya sendiri. Sehingga tidak ada biaya untuk perantara mengakibatkan semua keputusan ada di tangan pemilik aset
3. Kepercayaan
Pada Investasi Riil Tingkat kepercayaan tidak terlalu penting. Hal ini tentu berbeda dengan sektor finansial yang sangat membutuhkan tingkat kepercayaan tertentu karena melibatkan profesi berstandar tertentu.

2. Financial Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah berupa saham. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.
Faktor-Faktor Penentu Investasi
Bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu investasi, harus melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan keputusan investasinya. Untuk melakukan suatu analisis investasi, setidaknya ada tiga faktor yang harus dianalisis, yaitu:

1. Analisis kondisi makroekonomi
2. Analisis pada jenis industri
3. Analisis fundamental suatu perusahaan
Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor dalam berinvestasi adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel makro, tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi perekonomian suatu negara secara makro dalam proses suatu investasi. Variabel-variabel ekonomi makro yang dianalisis diantaranya adalah tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/exchange rate (nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.
Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai jenis industri. Pada tahapan ini, kita memilih jenis industri yang paling memberikan prospek keuntungan jika dilakukan invstasi. Sektor mana yang akan dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan dalam indeks sektoral industri pada suatu pasar modal. Sektor yang mempunyai indeks yang bagus untuk investasi jangka panjang tentunya akan dipilih. Pada tahap analisis ketiga, dilakukan analisis fundamental pada perusahaan, dengan menggunakan rasio-rasio keuangan suatu perusahaan.
Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi lima rasio, yaitu :
1. Rasio Likuiditas, menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
2. Rasio Aktifitas, menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktifa yang dimiliki atau perputaran (turnover) aktifa-aktifa suatu perusahaan.
3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan kemampun perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan.
5. Rasio Pasar, menggambarkan bagaimana pasar menghargai saham suatu perusahaan.
Berhutang untuk berinvestasi ? yang dimaksud di sini ialah seseorang meminjam dana dari bank dengan bunga tertentu. Kemudian dana hasil pinjaman itu digunakan untuk berinvestasi di berbagai pilihan investasi. Apakah diperbolehkan berinvestasi dari dana hutangan ? Tentu Boleh dong………. Tapi anda patut mencermati hal ini. Bagaimanapun juga Hutang tetap hutang yang harus dibayar. Anda harus memperhitungkan resiko dan return atau profit investasi yang akan diikuti. Jangan terbuai dengan iming-iming return besar tetapi dengan mempertaruhkan dana yang besar apalagi dana itu dari pinjaman atau hutang. Resiko tetap harus diperhatikan. Resiko investasi dengan dana pinjaman memang memiliki resiko lebih besar. Di sisi lain investor harus menyiapkan atau menyisihkan dana dari sebagian penghasilan untuk mengangsur hutang. Hal ini dapat mengganggu neraca keuangan bulanan anda kecuali anda memiliki backup dana yang besar. Berinvestasi dengan dana pinjaman tidak disarankan bagi anda yang memiliki penghasilan pas-pasan. Bagaimanapun juga Setiap investasi memiliki resikonya masing-masing.
Lebih baik nabung atau investasi ?
Hal ini sering sekali saya baca di berbagai forum-forum keuangan. Banyak sekali yang kebingungan untuk memaksimalkan “kelebihan” penghasilan rutin anda. Di sisi lain menabung itu baik lho…….. Tapi Investasi itu juga penting. Siapa sih yang bakal menjamin kita akan hidup makmur dan berkecukupan selamanya. Bayangkan saja suatu saat kita pensiun, dipecat dari kerjaan, sakit dan hal-hal yang tidak ingin saya bayangkan lagi. Atas dasar ini Menabung Dan Berinvestasi memiliki Perbedaan. Menabung dilakukan untuk berjaga-jaga dari problem keuangan yang akan menimpa anda suatu saat. Menabung lebih aman dibanding Berinvestasi. Anda hampir tidak memiliki resiko kehilangan dana dari menabung. Terus Gimana kalau anda ingin berinvestasi ? Sebaiknya anda tidak menggunakan seluruh dana anda untuk berinvestasi. Sisihkan 50-60% dana untuk ditabung terserah di mana saja anda menabung yang penting aman. Toh kalau anda gagal mencapai return dari investasi, anda masih memiliki sisa tabungan yang bisa anda gunakan. Jangan kAPok untuk investasi. Setiap investasi pasti memiliki resiko. Terkadang anda gagal, terkadang anda sukses besar.

UNTUK KONSULTASI SILAHKAN HUBUNGI :

SUSANTO DARMADI IR.
AS: 085-320-605-622
PIN BLACKBERRY : 256 DE 712 grup BCM

This entry was posted in ATUR UANG and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>