BAGAIMANA CARA REHABILITASI PENYAKIT STROKE 2?

BAGAIMANA CARA REHABILITASI PENYAKIT STROKE 2

REHABILITASI STROKE
Definisi
•Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
•Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis.
•Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.
Tujuan
•Tujuan Rehabilitasi penderita stroke menurut WHO :
- Memperbaiki fungsi motorik, wicara, kognitif dan fungsi lain yang terganggu.
- Readaptasi sosial dan mental untuk memulihkan hubungan interpesonal dan       aktivitas sosial.
- Dapat melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Peranan Fisioterapis
•Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalam istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut.
•Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini.
• Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya.
• rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
•Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
•Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif sesuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut.
•Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif.
•Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
•Dalam dua sampai tiga bulan pertama, terapi difokuskan pada pengembalian kemampuan kontrol tubuh. Ini adalah modal untuk bisa bergerak dengan benar.
•Kontrol tubuh yang baik juga akan menghindari pasien dari kemungkinan oleng terjatuh saat mendorong pintu atau menunduk mengambil barang.
•Kontrol tubuh dapat diraih dengan beragam latihan keseimbangan. Penempatan anggota tubuh pada posisi yang benar adalah target latihannya. Ini akan menstabilkan lutut dan menguatkan otot penyangga badan .
•Setelah kontrol tubuh berhasil dipulihkan, perhatian dipusatkan pada latihan gerak.
•Gerakan yang benar membuat sendi berfungsi dengan benar hingga mengurangi nyeri, meminimalkan komplikasi
. Agar bisa kembali bergerak dengan benar, penderita stroke juga dilatih motorik halusnya. Mereka diajak untuk melakukan gerakan menjapit dan memegang. `’Yang dilihat bukan hasilnya tetapi proses menjapit dan memegangnya,‘’.
Saat evaluasi, itulah yang dilihat oleh terapis. Dari tidak bisa bergerak menjadi bisa saja tidak cukup. Terapis akan membantu pasien mengenali benar-tidaknya mereka melakukan gerak.
Latihan Berbaring
•Berikan posisi tidur miring dengan cara :
Jika posisi tidur miring kekanan maka berikan topangan pada lengan kiri dan tungkai kiri dengan menggunakan bantal. Usahakan posisi kepala sejajar dengan tulang belakang
Jika posisi miring ke kiri maka posisikan lengan kiri lurus dan geser tulang belikat agak kedepan. Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk dengan sanggahan bantal. Usahakan kepala sejajar dengan tulang belakang. •Berikan perubahan posisi setiap 1 jam.
•Hindari posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang akan membuat otot-otot postur tidak bekerja dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot.
•Gerakkan semua sendi pada lengan dan tungkai secara perlahan yaitu lurus dan menekuk sebanyak 5 – 7 kali.
•Gerakan yang diberikan secara perlahan agar pasien dapat ikut aktif melakukanya

Latihan Duduk
•Posisikan duduk dan berikan pegangan pada tangan pasien  Anjurkan untuk melakukan gerakan disekitar pinggang dan pinggul
•Gerakan yang diharapkan adalah gerakan rotasi (beputar) foreward dan backward dan bukan gerakan mendorong kedepan dan kebelakang.

•Lakukan secara perlahan gerakan mengangkat lengan dan mintalah pasien untuk ikut melakukannya dan berusaha agar siku tidak terdorong keluar. Dan tubuh tetap tegak. Dengan kata lain pasien berusaha tidak  melakukan gerakan kompensasi dengan tetap menjaga kestabilan tubuh serta mengontrol lengan agar  selama gerakan dilakukan siku tidak terdorong kesamping. lakukan sebanyak 7 kali pengulangan

• Berikan gerakan-gerakan pada jari-jari dan jangan memberikan regangan berlebihan. Gerakan yang  diberikan antara lain gerakan menekuk kebelakang (dorsal fleksi) pada pergelagan tangan, menekuk  kedepan (fleksi) pada sendi antara punggung tangan dan jari-jari (metacarpo phalangeal joint) dan  meluruskan sendi pada jari-jari. Dapat dilakukan secara terpisah ataupun bersama-sama dengan pola  seperti diatas. lakukan sebanyak 7 kali pengulangan.

·Lakukan gerakan dan peregangan pada jari-jari kaki. Hal ini perlu dilakukan, karena pada pasien stroke  sering mengalami masalah pada penumpuan (Base of Support). Gangguan penumpuan berupa   kecenderungan tumpuan hanya pada sisi tepi lateral) telapak kaki. Hal tersebut mengakibatkan gangguan  informasi tentang posisi yang mempengaruhi kestabilan tubuh.

·Posisikan tangan seperti pada gambar disamping (Lumbrical position), lakukan koreksi pada jari-jari agar  menggenggam dengan sempurna, kemudian lakukan gerakan kedepan dan kebelakang (fleksi-ekstensi  pada pergelangan tangan. Gerakan ini akan membantu stabilitas dan mobilitas pergelangan tangan dan jari-jari. Sehingga fungsi jari-jari (prehension) bekerja dengan baik.

·Catatan : Keberhasilan latihan bagi pasien stroke dengan berbagai metode apapun hanya dapat dicapai jika pasien AKTIF dan bukan PASIF  melakukan gerakan dan fisioterapis memfasilitasi agar pola gerak sesuai dengan “normal Pattern”.
Rehabilitasi Pasca Stroke
Problem rehabilitasi medik pada penderita pasca stroke :
- Kesukaran / tidak dapat melakukan aktivitas makan & minum
- Kesukaran / tidak dapat melakukan ambulasi.
- Kesukaran / tidak dapat melakukan gerak yang diperlukan untuk mencari nafkah
- Kesukaran / tidak dapat berpakaian.
- Kesukaran / tidak dapat merawat diri sendiri.
- Ada rasa tebal, kesemutan kadang-kadang timbul juga rasa nyeri pada lengan dan tungkai sisi lemah.
- Buruknya penampilan karena keasimetrisan wajah.
- Kesukaran sewaktu menelan.
- Kesukaran / tidak dapat komunikasi.
- Adanya gangguan daya Ingat.
- Adanya gangguan memusatkan perhatian dan hitungan.
- Adanya gangguan berbahasa.
- Mudah jatuh.
- Kesukaran menahan buang air kecil.
- Kesukaran menahan buang air besar.
- Masalah psikologi yang timbul seperti: rasa malu, rasa rendah diri, tidak dapat menerima kenyataan, tidak mau menyesuaikan diri dengan kecacatannya.
Pemulihan setelah terkena stroke adalah proses yang alamiah. Pemulihan membutuhkan waktu,kebanyakan pemulihan terjadi selama 3 bulan sampai 6 bulan pertama, tetapi akan berlanjut terus sampai 2 tahun atau bahkan lebih.
Secara umum, proses pemulihan pasien stroke meliputi: pulih hampir sempurna, pulih dengan sedikit kecacatan,dan pasien stroke yang pulih dengan mempunyai kecacatan yang sedang sampaiberat yang memerlukan perawatan khusus.
Agar dapat mencapai kemandirian yang optimal, perbaikan kecacatan seperti lumpuh akan lebih optimal dilakukan dalam golden periode(periode emas), yaitu kurun waktu enam bulan pertama pasca serangan stroke.Dengan demikian diperlukan upaya sesegera mungkin melakukan rehabilitasi pascastroke.
Salah satu upaya penanganan rehabilitasi pasien stroke terhadap kondisi kecacatan fisiknya adalah dengan latihan (exercise). Pada umumnya programlatihan bagi penderita stroke meliputi ditempat tidur, keluar dari tempat tidurdan diluar tempat tidur (duduk dikursi, belajar berdiri dan belajar berjalan).

Relief Granules, 100% Herbal Alami, utk kesehatan dan nutrisi sel-sel otak serta pembuluh darah di kepala, Obat Stroke

Otak manusia ibarat sawah, yang harus mendapatkan pengairan yang cukup agar hasilnya selalu bagus. Bila terjadi sebaliknya maka akan timbul masalah.
Manfaat Relief Granules

- Memelihara darah
- Meningkatkan aliran darah, mengurangi kejang pada pembuluh darah untuk menghentikan sakit kepala.
- Meningkatkan peredaran oksigen ke otak
- Memperbaiki mikrosirkulasi pada otak
- Menurunkan kolesterol darah

Siapa saja yang membutuhkan Relief Granules

- Yang memiliki gejala seperti vertigo, kepala berat, pelupa yang disebabkan oleh CCCI

- Yang memiliki berbagai macam sakit kepala

- Mereka yang susah tidur atau gangguan tidur

- Mencegah & mengobati penyembuhan stroke

Relief Granules adalah produk teknologi modern, diproduksi dengan menggunakan teknologi mutakhir. Produk herbal yang berbeda dalam memberikan nutrisi bagi hati, memperbaiki sirkulasi darah, sehingga bisa memperbaiki gejala sulit tidur, rasa resah, dll. Tanpa efek samping dan efektif bagi segala usia.

Spesifikasi: RELIEF GRANUL 4 g x 10 sachet, harga: Rp. 125.000,- Dosis: 1 sachet, 1 – 2 kali sehari, diminum dengan air hangat. LEBIH BAIK DIPADUKAN DENGAN DANSHEN TI YEN isi 150 pill, harga Rp.150.000,- Dosis: 10 pill, 2-3x sehari, ditaruh dibawah lidah (sub lingual)

Perhatian: tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan mereka yang memiliki tekanan darah rendah
ORDER HUBUNGI : SUSANTO DARMADI IR.
AS: 085-320-605-622
PIN BLACKBERRY : 256 DE 712 grup BCM

This entry was posted in KESEHATAN and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>