BAGAIMANA CARA MEMBUAT MORTAR PLESTERAN DAN ACIAN ?

MENGENAL MORTAR PLESTERAN & ACIAN
Pengenalan mortar, apa itu mortar?

mortar plesteran
bahan baku mortar
Bagi Anda yang bergerak di bidang bangunan tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata mortar. Mortar adalah campuran antara agregat halus atau agregat kasar dengan bahan pengikat seperti semen. Lalu dengan makin berkembangnya teknologi, pada mortar ditambahkan pula bahan filler sebagai pengisi dan additive. Agak njlimet ya sederhananya mortar itu adalah bahan bangunan berupa material yang bisa digunakan untuk mlester, ngaci, masang bata, masang keramik dll. Loh kok sama dengan fungsi semen sih? Ya betul.. memang hampir sama tapi mortar tentu lebih efektif dan efisien serta tepat guna. Kenapa bisa begitu? Karena mortar di design untuk beberapa item pekerjaan. Misalkan saja ngaci atau acian atau finish coat, dengan mortar maka hasil yang didapat dinding akan tampak lebih baik, mengurangi keretakan yang sering terjadi apabila kita menggunakan semen biasa.

Lalu secara definisi kan sudah dijelaskan diatas, lalu contoh produk mortar itu sendiri seperti apa sih?

Kalau kita mencampur antara pasir dengan semen dengan perbandingan 1:4 misalnya untuk plesteran ya itu juga mortar namanya tapi masih bersifat konvensional. Orang banyak salah kaprah disini. Seringkali orang membandingkan kata “konvensional” plester 1:4 ini dengan “mortar-plester” produk tertentu. Sebenarnya ya sama-sama mortar, hanya saja yang 1:4 tadi tidak masuk kategori “mortar instan”. Nah apalagi itu mortar instan? Ya inilah tema yang akan saya angkat itu.. “Mortar Instan” selanjutnya saya sebut saja “mortar”.

Banyak produk mortar yang kini ada di pasaran, namun banyak pula yang belum bisa dijumpai di retail. Sebut saja Plester, Acian, Thinbed, Tile Adhesive, Skimkoat, Floor Screed dsb. Beberapa produsen mortar menyebut produk mereka bermacam-macam ada yang dengan menggunakan kode ataupun langsung menamai produk mereka dengan item pekerjaannya spt disebut barusan.

Jaman dulu, katanya orang menggunakan putih telur dll untuk melekatkan batu bebatuan (membangun candi), lalu dengan ditemukannya “semen” orang beralih menggunakan semen sebagai bahan pengikat ya untuk masang batu/bata, menghaluskan permukaan/aci dsb. Lalu sekarang ada mortar yang khusus dibuat dan hasilnya lebih baik. Ah masa lebih baik? itu buktinya candi candi atau bangunan2 jaman Belanda masih baik-baik saja walaupun tanpa mortar? Ya benaarr sekali.. mortar bukan segalanya sih.. ;)

Di Indonesia penggunaan mortar boleh dibilang baru bila dibandingkan dengan negara-negara maju sana. Mungkin sekitar tahun 90-an mortar pertama kali diperkenalkan di tanah air. Siapa yang bermain disini? Sebut saja beberapa perusahaan mortar antara lain Mortar Utama, Drymix, Prime Mortar dll masih banyak lagi. Berhubung penulis dahulu adalah mantan salah satu karyawan di perusahaan tersebut ya bolehlah share sedikit disini.

Mortar Instan

Yaitu: produk berupa mortar (semen-pasir-kapur-additive) yang sudah jadi satu, dikemas dalam sebuah kemasan, sifatnya instan hanya tinggal menambahkan air saja dan jadilah.

Contohnya: Plester, Acian, Thinbed

Ah, kok masih nambahin air lagi? katanya instan? Hehehe, lah maunya gimana? jaman sekarang pengennya serba instan saja.. Instan disini Anda tinggal buka packing zaknya lalu tuangkan air dan aduk-aduk sampai rata, jadilah adonan mortar siap pakai. Dibandingkan dengan Plester 1:4 konvensional yang harus ngayak pasirnya dulu lalu nuang semennya diatas pasir lalu aduk-aduk tambahi air aduk-aduk lagi.. Naahh kan lebih instan yang pertama tadi. Mortar Instan juga memiliki kelebihan lain yakni sangat sedikit waste/kelebihan adonan karena produk mortar instan sudah bisa dikalkulasi untuk per m2 nya. Ah tapi yg konvensional juga gampang kok dikalkulasi.. Ya ya itu benar juga, apalagi mandor/tukangnya pengalaman maka pasir dan semennya untuk per m2 juga bisa dikalkulasi. Tapiii yang mortar instan ini pastinya lebih gampang ngitungnya, 1 zak plester (50 kg) kurang lebih bisa mengcover 2,5 m2 dinding bata merah dengan ketebalan 1 cm. Anda ada berapa m2 dinding yang akan di plester? ya tinggal dibagi saja, lalu order mortar instannya sekian zak. Penempatan juga lebih efisien, dibanding kita harus menyiapkan lahan untuk pasir dan tumpukan zak semen bila dihadapkan dengan cara konvensional. Dan juga lebih bersih di area pekerjaan bila pakai mortar. Dan efektifitasnya adalah waktu kerja yang lebih cepat dan hasil yang memuaskan.

Untuk para praktisi lapangan sebenarnya selain hal teknis yang lebih penting adalah hal ekonomisnya, mana yang lebih ekonomis, pakai mortar atau cara konvensional? Waduh, Anda coba lihat saja proyek-proyek highrise building di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makasar Medan dsb, apalagi di jakarta mortar sudah jadi spek wajib bagi para owner, konsultan dan kontraktor. Memang sih keberadaan mortar ini masih belum banyak dimanfaatkan di proyek-proyek rumahan skala kecil, kalau rumah mewah sudah ada tren terhadap pemakaian mortar ini. Hitung-hitungannya selain dari sisi material produknya juga dalam hal waktu pekerjaan dan hasil tentunya. Sudah barang tentu proyek skala besar apalagi pasti akan jauh lebih untung dengan adanya pemangkasan waktu pekerjaan di proyek sehingga pekerjaan jauh lebih cepat.

Oke, sekarang kita ke produk per produknya. Saya akan memperkenalkan kepada Anda macam-macam mortar ini dari sisi material, aplikasi dan juga “isi” dari mortarnya itu sendiri. Contohnya nih, mortar plester, itu isinya apa saja di dalam karung/zak? Ya sudah tentu ada semennya, pasirnya, kapurnya, dan additivenya.. Berapa bagian berapa bagian? berapa prosentasenya? Tiap-tiap produsen tentu memiliki formula yang berbeda-beda. Dan saya tidak akan masuk ke formula rilnya (rahasia perusahaan itu dong..!!) hehe.. Tapi secara umum bisa kita lihat apa saja material didalamnya.

Sumber : http://pintusatu.com/

BEBERAPA ISTILAH YANG HARUS DIMENGERTI :

1. Pasta

Pasta adalah campuran air dengan semen. Pasta ini berfungsi sebagai:

a. Pengisi pori-pori diantara butiran-butiran agregat halus

b. Bersifat sebagai perekat/pengikat dalam proses pengerasan

Fungsi tersebutlah yang dapat menyebabkan saling terekatnya butiran2 agregat dengan kuat dan terbentuklah suatu massa yang kompak/padat.

Mortar sebenarnya adalah campuran semen, air, pasir namun ada yang berpendapat bahwa mortar adalah bahan bangunan berbahan dasar semen yang digunakan sebagai “perekat” untuk membuat struktur bangunan. Perbedaan mortar dengan semen adalah pada mortar adalah semen siap pakai yang komponen pembentuknya umumnya adalah semen itu sendiri, filler, dan berbagai jenis additif yang sesuai. Seperti kita tahu, dalam proses penggunaan semen oleh tukang, biasanya kita melihat tukang mencampur semen, pasir ayak, kapur (lime), bata merah halus (opsional), dan air. Pencampuran ini tentunya selalu tidak pernah seragam dan juga hanya berdasarkan “intuisi” si tukang. Adanya mortar tentunya merubah konsep cara pencampuran seperti itu karena mortar adalah Semen Instant siap pakai, hanya tambah air, aduk, kemudian langsung bisa dipakai. Jenis-jenis mortar Di Indonesia telah diperkenalkan beberapa jenis mortar, yaitu antara lain :

a. Tile Adhesive (Perekat Keramik) Ada vertikal (dinding) dan horizontal (lantai), dan juga ada perekat keramik baru diatas keramik lama (tanpa membongkar keramik lama)

b. Tile Grout Sebagai pengisi nat (celah) antar keramik

c. Thin Bed Untuk perekat AAC (Autoclaved Aerated Concrete) alias bata ringan

d. Skim Coat Untuk pelapis dinding baru

e. dll

Keuntungan Mortar:

a. Diproduksi di pabrik sehingga kualitas dan kuantitasnya dapat dipercaya jika dibanding dengan pembuatan di lapangan

b. Mudah, tinggal ditambah air saja

c. Adanya penambahan bahan additif pada mortar dapat menanggulangi terjadinya lantai terangkat, dinding pecah-pecah/retak, dll.

3. Beton

Beton adalah campuran dari semen, air, agregat halus (pasir), dan agregat kasar (kerikil) serta kadang-kadang ditambahkan bahan tambah yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan, serat, sampai bahan buangan non-kimia pada perbandingan tertentu. Campuran tersebut apabila dituang dalam cetakan kemudian dibiarkan maka akan mengeras seperti batuan. Nah… pengerasan ini tidak terjadi dengan tiba2 tetapi dikarenakan terjadinya reaksi kimia antara air dan semen yang berlangsung selama waktu yang panjang dan berakibat campuran tersebut selalu bertambah keras setara dengan umurnya.

Adapun kebaikan beton adalah:

a. Harga relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan dasar lokal, kecuali jika menggunakan Semen Portland

b. Mempunyai kuat tekan tinggi dan sifat tahan terhadap pengkaratan atau pembusukan oleh kondisi lingkungan.

c. Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk dan ukuran apapun.

d. Jika dikombinasikan dengan tulangan baja dapat digunakan sebagai struktur berat.

e. Beton segar dapat disemprotkan dipermukaan beton lama yang retak maupun diisikan kedalam retakan beton dalam proses perbaikan.

f. Beton segar dapat dipompakan sehingga memungkinkan untuk dituang pada tempat-tempat yang posisinya sulit.

g. Tahan aus dan tahan bakar, sehingga biaya perawatan tergolong rendah.

Kejelekan beton adalah:

a. Kuat tarik rendah sehingga mudah retak.

b. Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah.

c. Beton keras mengembang dan menyusut jika terjadi perubahan suhu.

d. Sulit kedap air secara sempurna.

e. Bersifat getas.

Sumber : http://ernimulyandari.wordpress.com/2010/11/04/apa-sich-mortar/

This entry was posted in PELUANG USAHA and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>